Ikhlas Dalam Sedekah Itu Wajib || Novi Srikandi Almuzakki
Ikhlas merupakan syarat mutlak dalam bersedekah. Pasalnya dengan niat ikhlas karena Allah SWT maka amalan tersebut dapat diterima. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut;
“Hendaknya tangan kiri tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanan.”
Maksudnya, sedekah harus dilakukan benar-benar ikhlas karena Allah SWT. Meskipun sedekah tersebut diberikan dan diketahui oleh orang banyak bahkan diumumkan kepada khalayak ramai. Namun jika tetap ikhlas karena Allah SWT dan tanpa diniatkan riya maka pahalanya akan utuh dan dapat diterima.
Menurut Masdar Helmi, dalam Infak dan Sedekah Sumber Dana dan Kekuatan Umat Islam yang diterbitkan Al-Ma’arif,amalan sedekah ini mengajarkan umat manusia untuk berbagi kepada kaum yang membutuhkan seperti dhuafa, fakir miskin,dan yatim piatu, dan hakikatnya merupakan realisasi dari menanamkan ajaran berbuat kebajikan dan merupakan implementasi dari ciri keimanan seseorang. Pasalnya, kata sedekah dalam Al-Qur’an sering dirangkaikan dengan iman dan salat.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Q.S Al-Baqarah ayat 261 yaitu;
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya pada jalan Allah laksana sebuah biji (benih) yang menumbuhkan jadi tujuh tangkai disetiap tangkai seratus buah. Allah melipatgandakan (ganjaran-Nya) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi maha Mengetahui.”
Dalam Q.S Al-Baqarah ayat 265 juga disebutkan;
”Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah SWT dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi disiram oleh hujan lebat. Maka, kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai), dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar