Sedekah Untuk Anak dan Doa Untuk Kedua Orang Tua || Novi Srikandi Almuzakki
Kisah nyata diambil dari Fauzil Akbar. Beliau menceritakan keajaiban sedekah. Semoga dari tulisan ini kita dapat mengambil hikmahnya dan dapat pula mengamalkannya.
Saya punya pengalaman yang mungkin cukup buat kita tambah yakin tentang bukti kebesaran Allah. Yaitu tentang sedekah yang saya niatkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin. Kebetulan saya mewajibkan diri saya sendiri untuk menyantuni anak-anak yatim setiap bulan sebesar Rp. 500.000 niatnya buat kebaikan anak-anak saya sendiri. Ini ajaran saya dapatkan dari ustad kita ustad Yusuf mansur. Beliau pernah berkata kepada jama’ah melalui media televisi bahwa untuk menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang ta’at kepada orang tua, sholeh dan sholehah, tidak menyusahkan orang tuanya,selalu mendoakan orang tuanya,dan dekat kepada Allah SWT adalah dengan cara menyantuni anak-anak yatim piatu. Ini adalah salah satu upaya kita sebagai orang tua, mestinya kita harus peka dengan nasib anak orang lain, terlebih anak yatim piatu yang jelas sudah tidak lagi mendapat kasih sayang dari kedua orang tua kandungnya. Alhamdulillah Allah mengkaruniakan kami dua anak perempuan yang tentu sebagai orang tua, kami harus memberikan ajaran-ajaran yang positif,lingkungan yang sehat, dan pergaulan yang baik. Salah satu upaya saya adalah memberikan santunan kepada anak anak yatim piatu sebesar 500.000, atau masing-masing dari anak saya, saya sedekahkan Rp.250.000 x 2 = Rp500.000, dengan harapan menambah kebaikan hati dari anak-anak saya dan menutupi dari sifat buruk.
Allahu Akbar walillahilhamd. Sampai saat inipun tetap saya bersedekah tiap bulan dengan imbalan Allah tetap melindungi saya, istri dan anak-anak saya sendiri. Tentu yang saya paling saya rasakan adalah anak-anak saya ta’at kepada kepada orang tuanya. Sopan santunnya terjaga, alhamdulillah lebih banyak sehat daripada sakitnya. Kalaupun sakit, itu hanya sakit yang ringan dan kemudian Allah berikan kesehatan lagi.walaupun ekonomi saat ini kadang sehat kadang sakit, saya tetap niatkan untuk istiqomah bersedekah untuk anak-anak saya agar Allah ridho dengan impian mereka, dan yang jelas saya ingin mewariskan yang paling istimewa yaitu anak-anak saya menjadi anak yang sholeh dan sholehah, mendoakan orang tuanya setiap selesai sholat, membacakan Alfatihah buat kesehatan selalu, mengasuh ketika sakit dengan tulus dan ikhlas.
Pokoknya saya tidak mau seperti yang dialami oleh umat yang sudah-sudah, ketika orang tuanya sudah tua, malah dibawa kepanti jompo. Walaupun orang tuanya tidak mempermasalahkannya, tetapi sesungguhnya hatinya luka, bahkan sangat terluka. Uang bukanlah ukuran untuk membahagiakan orang tua, tetapi perhatian, doa dan kasih sayang kepada orang tualah yang diharapkannya. Coba, apa yang bisa kita balas kepada orang tua kita? Tidak membentak orang tua saja dan berkata yang tidak menyakiti hatinya sudah cukup membuat orang tua kita senang. Karena kelak kita akan menjadi orang tua bagi anak-anak kita.
Kalau sudah membicarakan orang tua, air mata ini sudah gak sanggup ditahan lagi, dosa saya banyak sekali terhadap orang tua saya, terlebih perbuatan saya yang bisa menularkan dosa kepada orang tua saya. “Ya Robb, hamba mohon ampun atas segala dosa-dosa hamba dan kedua Orang Tuaku. Dosa kedua orang tua dari istriku. Sungguh hamba merasa tidak cukup membalas kebaikan mereka, tapi cukupkanlah ya Allah dengan doa doa tulus dari kami sebagai anak-anaknya semoga mereka sehat total, panjang umur,yaitu umur yang banyak beribadah kepadaMu dan kumpulkanlah kami di SorgaMu dengan keRidhoanMu. Ya Robb, janganlah engkau panggil kami sebelum kami betul-betul bertaubat nasuha. Aamiin”. Semoga setelah teman-teman yang membaca artikel ini, mari kita membaca Alfatihah buat beliau-beliau. Karena sejahat-jahatnya orang tua kita kepada kita, mereka pasti tetep sayang kita. Alfatihah buat mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar